Apa Itu Platonisme? Ini Penjelasan Lengkapnya

Platonisme adalah satu aliran pemikiran dalam bidang filsafat yang berasal dari gagasan dan ajaran filosof Yunani kuno bernama Plato.

Platonisme mendasarkan diri pada pemikiran-pemikiran Plato, yang mengajarkan bahwa realitas yang sejati terletak di luar dunia pengalaman manusia.

Artikel ini akan menjelaskan konsep platonisme secara mendalam, mulai dari definisi, teori, pendapat para filsuf, hingga pentingnya memahami platonisme dalam konteks filsafat.

1. Pendahuluan

Sebelum kita memasuki pembahasan lebih lanjut mengenai platonisme, penting bagi kita untuk memahami latar belakang dan konteks dari aliran pemikiran ini.

Plato adalah salah satu filsuf terbesar dalam sejarah dan merupakan murid dari Socrates.

Plato menyampaikan pemikirannya melalui dialog-dialog yang ditulis dalam bentuk tulisan, yang paling terkenal adalah “Republik”.

Platonisme adalah konsep filosofis yang memberi kita kekayaan pemahaman akan hakikat realitas sejati dan esensi.

2. Definisi Platonisme

Platonisme dapat didefinisikan sebagai ajaran atau paham filsafat yang berdasarkan pemikiran Plato.

Plato memahami dunia ini sebagai bayangan (copy) dari realitas yang lebih tinggi dan sempurna.

Bagi Plato, dunia ini hanyalah dunia yang tidak sempurna dan terbatas.

Plato mempercayai adanya alam ide (world of forms) yang lebih tinggi, yang merupakan bentuk sempurna dari semua hal yang ada di dunia ini.

3. Teori Platonisme

Platonisme didasarkan pada beberapa teori inti yang diutarakan oleh Plato.

Salah satu teorinya adalah konsep tentang realitas sejati.

Plato percaya bahwa realitas sejati terletak di dunia ide, dan dunia materi yang kita lihat hanya merupakan bayangan atau pantulan dari realitas tersebut.

Dunia ide ini terdiri dari bentuk-bentuk sempurna dan abadi yang meliputi konsep-konsep seperti kebaikan, kebenaran, dan keindahan.

Teori lain yang diungkapkan oleh Plato adalah teori pemahaman manusia.

Plato berpendapat bahwa manusia memperoleh pengetahuan melalui proses pemikiran atau rasio yang berkaitan dengan dunia ide.

Ia mengemukakan bahwa pengetahuan yang sejati hanya dapat diperoleh melalui refleksi dan kontemplasi atas realitas yang sejati dan bukan melalui pengalaman inderawi semata.

4. Pendapat Filsuf Tentang Platonisme

Platonisme telah mendapat pengakuan dari banyak filsuf terkenal dari masa Plato hingga masa kini.

Aristoteles, murid Plato, mengembangkan pemikiran tentang logika dan metafisika yang dibentuk atas dasar pemikiran Plato.

Filosof Friedrich Nietzsche mengkritik platonisme dengan menganggapnya sebagai pengingkaran terhadap dunia nyata yang memberikan dampak negatif pada kehidupan manusia.

5. Kenapa Platonisme Penting Dipahami?

Pemahaman terhadap platonisme penting dalam konteks filsafat karena ia memberikan perspektif yang dalam terkait hakikat realitas sejati.

Banyak pertanyaan dan masalah filosofis yang dapat diselesaikan atau dipahami dengan melihatnya dari sudut pandang platonisme.

Misalnya, pertanyaan tentang apa itu kebenaran dan bagaimana manusia bisa mencapainya, atau tentang asal-usul dan hakikat moralitas.

6. Manfaat Memahami Platonisme

Memahami platonisme dapat memberikan kita manfaat manfaat sebagai berikut:

– Memperdalam pemahaman tentang hakikat kebenaran dan cara memperolehnya.

– Menjadi kritis dan reflektif terhadap pengetahuan dan pengalaman kita sehari-hari.

– Mengembangkan pemikiran kritis serta kemampuan memahami ide-ide kompleks.

7. Kesimpulan

Platonisme adalah aliran pemikiran yang berusaha memahami realitas sejati melalui pemikiran razional dan refleksi.

Plato memandang dunia ini sebagai bayangan atau pantulan dari realitas yang lebih tinggi dan sempurna.

Platonisme memiliki kontribusi yang penting dalam pengembangan pemikiran filsafat dan memberikan kita pemahaman yang lebih dalam tentang hakikat realitas dan pengetahuan.

Copyright : Blog’s