Apa Itu Nominalisme? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Anda pernah mendengar istilah nominalisme? Dalam konteks filsafat, nominalisme merujuk pada salah satu pandangan ontologis tentang hubungan antara konsep umum dengan objek individual.

Secara umum, nominalisme berpendapat bahwa konsep umum hanyalah sebuah nama atau kata yang tidak memiliki keberadaan nyata di luar objek individual yang konkret.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang definisi nominalisme, teori-teori yang terkait, pendapat filsuf terkemuka tentang nominalisme, serta pentingnya untuk memahami konsep nominaisme dalam konteks filsafat.

1. Pendahuluan

Pertama-tama, marilah kita memulai dengan memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan nominalisme.

Secara etimologi, kata “nominalisme” berasal dari kata “nama” atau “nama-nama” dalam bahasa Latin, yang mengindikasikan bahwa nominalisme memfokuskan perhatian pada konsep-konsep yang diekspresikan dalam bentuk kata-kata atau nama-nama objek.

Dalam filsafat, nominalisme merujuk pada pandangan bahwa konsep umum hanyalah sebuah nama atau sebatas simbol verbal yang menunjukkan serangkaian objek individual yang memiliki karakteristik atau atribut yang serupa.

Dengan kata lain, konsep umum atau pikiran abstrak tidak memiliki keberadaan nyata di luar pikiran manusia atau dalam dunia fisik.

2. Definisi Nominalisme

Secara lebih tepat, nominalisme dapat didefinisikan sebagai pandangan filosofis yang menolak keberadaan universal yang khas dalam objek individu.

Dalam pandangan nominalis, konsep umum hanya merupakan nama yang diberikan kepada perilaku, ciri atau atribut yang ditunjukkan oleh sekelompok objek yang serupa.

Misalnya, ketika kita berbicara tentang “buah-buahan”, kita menggunakan konsep umum tersebut untuk mengidentifikasi objek individu seperti apel, jeruk dan mangga yang memiliki ciri atau atribut yang serupa, yaitu mereka semua adalah buah.

Dalam pandangan nominalis, konsep “buah-buahan” tidak memiliki keberadaan nyata di luar objek individu seperti apel, jeruk dan mangga, melainkan hanya merupakan nama yang diberikan kepada kesamaan karakteristik ini.

3. Teori Nominalisme

Terdapat berbagai macam teori nominalisme yang diusulkan oleh para filsuf dalam sejarah filsafat.

Dua teori nominalisme yang paling dikenal adalah teori nominalisme konsep dan teori nominalisme sosial:

– Teori nominalisme konsep berpendapat bahwa konsep umum atau universal hanya merupakan konstruksi pikiran manusia.

Dalam pandangan tersebut, konsep-konsep umum hanya merupakan sarana untuk mengklasifikasikan objek-objek individu yang memiliki kesamaan karakteristik tertentu.

Pikiran manusia memberikan penamaan pada objek-objek ini sesuai dengan atribut yang dimiliki oleh mereka.

– Teori nominalisme sosial berpendapat bahwa konsep umum atau universal ditemukan dalam bahasa atau praktik komunikasi sosial manusia.

Dalam teori ini, bahasa hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan informasi tentang objek-objek individu yang serupa dalam hal karakteristik atau atribut tertentu.

Konsep umum hanya memiliki keberadaan melalui penggunaan bahasa dan perjanjian sosial dalam komunitas manusia.

4. Pendapat Filsuf Tentang Nominalisme

Pendapat para filsuf tentang nominalisme sangat bervariasi.

Beberapa filsuf terkemuka yang terkait dengan pandangan ini antara lain:

– William of Ockham (1287-1347): Sebagai salah satu pendiri dan representatif utama nominalisme abad pertengahan, Ockham berpendapat bahwa hanya objek individual yang nyata, sedangkan konsep umum yang melibatkan universalitas hanya merupakan penemuan pikiran manusia.

– Ludwig Wittgenstein (1889-1951): Dalam karyanya “Tractatus Logico-Philosophicus”, Wittgenstein mengadopsi pandangan nominalisme konsep yang menekankan bahwa simbol-simbol bahasa hanya mencerminkan fakta atau objek yang konkret, sedangkan konsep-konsep umum hanyalah sarana untuk mengklasifikasikan objek-objek individu.

5. Kenapa Nominalisme Penting Dipahami?

Mengapa penting untuk memahami konsep nominalisme dalam konteks filsafat? Pertama-tama, pemahaman yang baik tentang nominalisme membantu kita memahami asal-usul konsep dan bahasa, serta bagaimana mereka berhubungan dengan objek-objek konkret dalam dunia ini.

Nominalisme juga dapat membantu kita dalam analisis dan pemikiran kritis, karena memahami batasan dari konsep abstrak dan peran mereka dalam pemikiran manusia membantu kita untuk merumuskan kerangka berpikir yang lebih jelas dan akurat.

6. Manfaat Memahami Nominalisme

Mempelajari nominalisme tidak hanya bermanfaat dalam mencapai pemahaman yang lebih mendalam tentang filsafat dan hubungan antara bahasa dan realitas, tetapi juga dapat berguna bagi kita dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami bahwa sebagian besar konsep atau kata-kata hanya merupakan nama atau simbol yang diberikan kepada objek-objek individual yang serupa, kita dapat menghindari kesalahan penafsiran atau generalisasi yang tidak akurat.

Dalam komunikasi, pemahaman tentang nominalisme membantu kita menjaga keterbukaan dan menjauhkan diri dari stereotip dan generalisasi yang tidak tepat yang dapat memengaruhi interaksi kita dengan orang lain.

7. Kesimpulan

Dalam kesimpulan, nominalisme merujuk pada pandangan ontologis yang berpendapat bahwa konsep umum hanyalah sebuah nama atau simbol verbal yang tidak memiliki keberadaan nyata di luar objek individual konkret.

Terdapat berbagai macam teori nominalisme, seperti teori nominalisme konsep dan teori nominalisme sosial.

Memahami konsep nominalisme penting dalam konteks filsafat karena dapat membantu kita memahami asal-usul konsep dan bahasa, serta membantu kita dalam analisis dan pemikiran kritis.

Selain itu, memahami nominalisme juga memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam komunikasi yang efektif dan pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia di sekitar kita.

Copyright : Blog’s